0811-1200-4800

Copyright©2020.
PT Digital Startup Nusantara
Categories
DS Startup
Fintech
E-Commerce
Blockhain
Artificial Intelligence
Funding News
Founders Tips
New Economy
DS Gadget
Smartphone
Apps
Hardware
Gaming
Esport
Tips & Trick
ENTERTAINMENT
COMPANY
Trending:
Hesti Pratiwi – 5 September 2014
Flipboard
Email
Copy link Link copied!

Bagi sebuah bisnis, baik itu bisnis yang menyediakan jasa atau produk, strategi pemasaran is a must! Baik buruknya sebuah strategi pemasaran akan mempengaruhi sukses tidaknya bisnis itu. Nah, di era gadget dan internet kini sangat populer, pemasaran digital menjadi kian penting. Kelekatan gadget dan internet dalam keseharian masyarakat saat ini, membuat strategi pemasaran digital menjadi hal yang kian efektif dalam menjangkau pasar. Tidak heran jika saat ini brand telah banyak mengadopsi pemasaran produknya melalui display ads dan video YouTube.
Brand telah akrab dengan peranan agensi digital untuk membantu mengenalkan produk hingga meningkatkan penjualannya. Saat ini banyak startup juga menggunakan strategi pemasaran digital dan menggunakan jasa agensi digital.
BigEvo yang didirikan September 2013 oleh Andy Santoso, merupakan agensi digital yang mengkhususkan diri sebagai Google Specialist Agency. Andy mendirikan layanan ini berbekal pengalamannya bekerja satu setengah tahun sebagai Industry Head di Google.
BigEvo didirikan karena Andy melihat adanya kesenjangan antara Google Partner yang ada di sini dengan di kawasan regional dan global, terutama dalam hal pelayanan, pengetahuan, dan bisnis model.  Menurut Andy yang juga pernah bekerja di Yahoo dan iHub Media, serta mempelajari banyak platform, ia melihat Google lebih terukur dan transparan.
“Sangat mendukung untuk bisnis klien. Kalau kita lihat perkembangan Google advertising itu balance antara untuk small business hingga enterprise. Dari personal  blog yang jual tas, aksesoris, hingga enterprise seperti big player e-commerce dan travel dan lain-lain. Jadi ketika kita bertemu klien juga lebih mudah, kami men-support objektif  bisnis mereka, apakah awareness, increase sell, atau engagement  dengan pelanggan. Dari situ, setiap platform Google ada solusinya sendiri-sendiri,” urai Andy.
Untuk peluang Andy mengatakan cukup besar, karena Google sendiri memiliki porsi pasar yang sangat besar. “Kalau dilihat Indonesia digital spending-nya US$420 juta tahun ini, mungkin 30 hingga 40 persennya ke Google,” terang Andy.
BigEvo akan memberikan layanan yang menyeluruh, mulai dari menyusun strategi yang efektif sesuai tujuan, dan jenis masing-masing bisnis. Berikutnya mereka akan menjalankan strategi itu, baik untuk pengguna desktop, tablet atau mobile phone. Klien bakal mendapatkan update perkembangan secara transparan. Upaya-upaya optimisasi terus dilakukan agar hasil yang didapat bisa lebih besar lagi.
Menurut Andy, Google menyediakan peluang bagi bisnis untuk memasarkan layanannya. Tools-tools yang populer diantaranya adalah search, display, dan video. Untuk search, menurut data internal, tiap bulannya ada 3,7 miliar pencarian di Google.
Search marketing adalah bisnis yang tampil pada saat konsumen membutuhkannya. Setiap detik akan ada pengguna Google yang mencari jenis layanan yang dibutuhkan. Strategi yang tepat bisa mendapatkan peluang itu dan mengarahkannya hingga terjadi transaksi penjualan.
Dalam setahun sejak didirikan BigEvo telah mendapatkan banyak klien. Andy mengatakan, ”Klien kami saat ini di antaranya Bhineka, BCA, Guvera, dan dalam beberapa hari ini BMW juga menyatakan bergabung.”
Saat mendirikan BigEvo, Andy telah menetapkan target dalam dua tahun ingin menjadi yang terdepan di Indonesia. “Sejauh ini kami sudah berada di jalur yang tepat. Setahun ini revenue mencapai tiga digit, dan sudah green. Setahun ke depan akan akan scaling dan kami sedang mencari tambahan pegawai,” ujarnya. Terkait hal tersebut, BigEvo berencana akan menjalin kerja sama dengan agensi digital tradisional.
Tantangan yang dihadapi BigEvo adalah meski kesadaran akan strategi pemasaran digital sudah lebih baik sejak dua tahun yang lalu, namun Andy masih melihat brand tidak menjadikannya terintegrasi dengan kampanye iklan konvensional. “Padahal kalau di regional atau global itu sudah menjadi satu kesatuan,” ujarnya.
Pebisnis perorangan juga masih enggan untuk investasi biaya pemasaran. “Mereka masih susah untuk spend katakan Rp 500 ribu untuk pemasaran digital. Mungkin mereka belum melihat dampaknya untuk usaha mereka atau pernah punya pengalaman buruk,” tutup Andy.
[Ilustrasi foto: Shutterstock]
Tags: andy santosobigevodigital marketinggoogle specialist agency
Flipboard
Email
Copy link Link copied!
RECOMMENDED COVERAGE
Sign up for our
newsletter
Review Order
Monthly

Rp 150.000

Payment Details
Subscribe Monthly

Total Payment

By clicking the payment method button, you are read and
agree to the
terms and conditions of Dailysocial.id
Login to your account
Login
Forgot Password?
To reset your password, please input email of your DailySocial.id account.
Reset Password
Reset Password
Reset link sent!
Thanks! You’ve been emailed a password reset link.
Create your account
Create Account
Check your email to verify!
If you didn’t receive an email in your inbox, check your spam folder.
We’ve emailed you a temporary password.
If you didn’t receive an email in your inbox, check your spam folder.
Sign in
Stay connected with us and get full features in
our platform. Community and Information can
be fully open.
No, thank you.
Dailysocial.id
Innovation
Company
Social Media
Official Cloud Provider:
Official Cloud Provider:
Copyright © 2008 – 2024. PT Digital Startup Nusantara

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reach us on WhatsApp
1