0811-1200-4800

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Pemain bisnis periklanan melihat masih ada ruang untuk pertumbuhan belanja iklan di tengah perlambatan ekonomi. Harris Thajeb, Chief Executive Officer (CEO) Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia, membidik penjualan atau marketing sales tumbuh dua digit pada tahun 2015 dengan memanfaatkan lima anak usahanya.
“Kami menargetkan marketing sales mencapai Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun pada akhir tahun ini,” katanya, Rabu (12/8). Artinya target tersebut tumbuh 53% dibandingkan realisasi marketing sales akhir tahun 2014 yang sebesar sebesar Rp 1,3 triliun. Sedangkan, realisasi marketing sales pada semester I/2015 sebesar Rp 1 triliun
Kontribusi marketing sales terbesar berasal dari brand strategy & creative agency yang terdiri Dentsu Indonesia, Dentsu Strat dan Dentsu Sparks, serta dari media agency yang terdiri Media Palette, Media Cubic, Media Matriz, Carat, Vizeum, Posterscope. Sisanya berasal dari digital agency, content & actuvation agencies dan Dentsu Research Indonesia.
Dari sisi bisnis periklanan, Harris menambahkan, kedepan perusahaan akan mengubah strategi bisnis untuk periklanan. Misalnya, porsi iklan digital menjadi 20% di tahun 2016, dari posisi porsi iklan digital sebesar 10% pada tahun ini. “Mayoritas periklanan masih melalui tradisional seperti surat kabar, televisi dan rasio,” tambahnya.
Nah, perusahaan akan memanfatkan media online, situs belanja online (e-commerce) dan media sosial untuk menaikkan porsi iklan digital menjadi 20%. Karena biaya iklan di media online kini mulai naik karena masyarakat mulai gemar menggunakan gadget untuk mencari informasi, dibandingkan membaca surat kabar.
Informasi saja, Dentsu Aegis Network Indonesia adalah perusahaan periklanan yang terafiliasi oleh Dentsu Inc. Saat ini, DAN Indonesai memiliki 500 karyawan dalam 16 jaringan brand seperti Dentsu Indonesia, Dentsu Strat, Dentsu Sparks, Media Palette, Media Cubic, Media Matrix, Carat, Vizeum, Posterscope, Isobar, iProspect, Dentsu Digital Divisiona, Amplifi, Amnet dan psLIVE, serta Dentsu Research Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reach us on WhatsApp
1